konsep takdir dalam Islam

Tidak Ada  Kata Sial dalam Hidup..Percaya deh…

Semua orang pasti pernah sedih, apapun penyebabnya. Baik itu Karena sakit, rangking anjlok, kepeleset, SNMPTN ga lulus, IPK turun, dimarahin dosen, dimarahin orang tua bahkan sampai alasan yang paling  “ababil” yaitu putus cinta heheheh….. (dan masih banyak lagi alasan hidup yang bisa membuat manusia sedih). sebenernya sah-sah saja bersedih bahkan sampai menangis sekalipun, itukan detoksifikasi mata hee (sedikit ber_alibi). Tapi ingat semua itu bukan kesialan looohhh,,Ga ada hidup seorangpun didunia ini yang sial, yang ada hanya kesalahan kita dalam memahami konsep takdir. Nah loh.

Begini, menurut pemahaman saya takdir adalah suatu garis ketentuan buat kita yang pasti semuanya baik. Atau lebih tepatnya, apapun yang terjadi dalam hidup kita semuanya Alloh gariskan untuk kebaikan kita, apapun itu, suka atau tidak suka, itulah yang terbaik untuk kita. Heheheh bahasanya sadis amat.

Guys, lo pernah denger ayat ini kan !!! Al Baqoroh : 216

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi  kamu membenci sesutau padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal hal itu sangat buruk untukmu, Alloh Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al Baqoroh : 216).

Disini bukan masalah perang yang mau dibahas, karena saya bukan Thomas Arnold, The Masternya buku On War. Wuiiiii… tapi Kalimat yang kedua yang akan saya soroti, Yapz, boleh jadi kita benci sesuatu padahal ia amat baik bagimu apapun itu, bagi teman-teman yang masih sekolah atau kuliah atau siapapun yang pernah merasakan sekolah, mungkin mnegerjakan tugas merupkan hal yang tidak disukai dengan berbagai alasan. Ada yang ga suka sama gurunya, sama pelajaranya, bosen, atau males. Pokonya kita benci mengerjakan tugas dan beraktifitas. Padahal coba kalo seandainya kita waktu kecil menuruti kemauan itu, mungkin kita sampai sekarang tidak bisa baca tulis, atau paling tidak menyesal karena waktu sekolah ga belajar bener-bener. Nah itulah kita, sangat benci aturan padahal ia sangat baik untuk kita. Bagitulah Allah mewanti-wanti manusia untuk terus beramal karena suatu saat amal itu akan membuat kita bahagia, dan jangan sampai kita nyesel karena hitungan amal kita kurang akibat pas didunia ga bener beramal.  

Atau,, Our Second Choice,, Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ok, begini analoginya ketika kita masih kecil dulu, kita sangat senang memegang apapun barang yang menurut kita itu menarik terlepas dari bahaya ataupun tidak, misalkan api, api memiliki struktur warna yang menarik, tapi orangtua kita tetap melarang kita untuk memegangnya, karena kita bandel, akhirnya suatu saat kita pegang juga tuh sijago merah, walhasil tangan kita panas karena luka bakar, baru deh kerasa tuh, akibat tidak mengindahkan nasihat orangtua. Begitulah Allahpun senantiasa memberikan alarm kehidupan lewat aturan-aturanya, jangan begini jangan begitu padahal  secara nafsu kita selalu menginginkan apa yang dilarang oleh Allah, kemaksiatan itu memiliki ornament warna yang menarik, dari kejauhan, ia tampak seperti pemandangan pantai yang eksotik, tapi setelah terjerembab didalamnya diri kita terluka bahkan hancur. Begitulah kira-kira.

So, takdir itu bukan perkara baik atau buruk, tapi takdir itu perkara suka atau tidak suka, dan seklaipun kita tidak suka dengan takdir kita, ALLah tidak butuh persetujuan kita untuk menentukan takdirnya, itulah kenyataanya suka-suka Allah dong, la wong Allah yang tahu semuanya tentang kita.

Satu lagi penjelsannya, biar hati kita semakin terbuka. Pernah denger Qodo dan Qodar kan? Kalo udah bagus, biar nyi ratu gampang ngejelasinya heheheh,,, begini Qodo itu takdir yang tidak bisa diusahakan lagi seperti jenis kelamin, kelahiran, kematian dll. Tapi ada juga Qodar loh, nah kalo yang satu ini adalah takdir yang ditentukan oleh Allah, tapi didalamnya masih ada campur tangan manusia. contohnya cita-cita, cita-cita bisa kita raih kalo kita berusaha keras memperjuangkannya tentunya dengan cara-cara yang diridhoi Allah, atau sakit, sakit itu bisa kita berusaha untuk sembuh yaitu dengan berobat, makan 4 sehat 5 sempurna dengan teratur, istirahat cukup Insyaallah sembuh tuh. Tapi inget setelah berusaha maksimal dan berdo’a optimal kita harus bertawakkal, yakni menyerahkan sepenuhnya hasil kepada Allah, karena sekali lagi Dialah yang Maha Tahu apa yang terbaik untukmu. He’s the One who know you best.

Intinya, kita harus menerima semua yang telah Allah gariskan untuk kita, dalam keadaan suka ataupun terpaksa. Selain itu kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menentukan takdir baik kita, yang bisa kita usahakan dengan tetap ber_DUIT. Eits,,jangan mlotot gitu dong, DUIT disini bukan uang, tapi singkatan dari (Do’a, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal) and jangan lupa buat slalu ber-positiv thingking sama Allah. Selamat mencoba. ˆ­_ˆ

Be Sure and Have No Doubt

 Image

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s